BERITA #KONVENSI CALON PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT

Soal Capres, Pramono Sebut Demokrat Ukir Sejarah 

 




Liputan6.com, Jakarta - Dewan Pembina Partai Demokrat yang juga salah satu peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo, menyatakan bahwa partainya telah berhasil menorehkan sejarah baru dalam proses pendewasaan demokrasi di Indonesia.

Hal tersebut menurut Pramono dapat terlihat dari proses penjaringan calon presiden yang dilakukan partai tersebut melalui mekanisme konvensi. "Partai Demokrat adalah partai muda dengan kedewasaan demokrasi sesungguhnya yang ada di Indonesia," ujar Pramono Edhie, Jakarta, Sabtu (8/3/2014).

Pernyataan mantan KSAD tersebut sekaligus membantah penilaian negatif  yang dilontarkan politisi PDIP Sabam Sirait terhadap 11 peserta konvensi Partai Demokrat. "Partai Demokrat adalah partai politik pertama di Indonesia yang menjaring calon presiden melalui sistem konvensi dengan partisipan non-kader partai di dalamnya," jelas Edhie.

Tak hanya itu, menurut Edhie, dengan latar belakang yang beragam dari peserta konvensi, hal itu jelas menunjukkan bahwa partainya menganut nilai-nilai baik yang terkandung dalam demokrasi.

"Ada mantan Panglima TNI, ada beberapa menteri dan mantan menteri, ada akademisi, ada gubernur, ada ketua dewan, ada ketua perwakilan daerah, ada pejabat badan tinggi pemerintah. Mereka adalah putra terbaik Indonesia saat ini yang bergabung dalam Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat," katanya.

Untuk itu, lanjut Edhie, masyarakat sebaiknya dapat lebih kritis dan tidak terpancing dengan pernyataan-pernyataan yang mendeskreditkan Partai Demokrat. "Dimana partai lain yang mengaku mengusung semangat demokrasi malah menggunakan hak prerogatifnya untuk menentukan calon presidennya sendiri, Partai Demokrat justru mengajak partisipasi masyarakat melalui polling yang dilakukan 3 badan survey terpercaya sekaligus," pungkas Edhie yang merupakan ipar Presiden SBY.

Sebelumnya, politisi senior PDI Perjuangan Sabam Sirait menyarankan agara SBY tidak memaksakan mengusung calon presiden dari internal Demokrat. Menurut Sabam, SBY harus berani membuka diri untuk mendukung calon presiden yang benar-benar berintegritas meski berasal dari luar luar peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat.

"Jangan calonkan capres yang tidak mampu dari Partai Demokrat," kata Sabam dalam diskusi politik di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/3/2014).

 

BERITA #KONVENSI CALON PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT

Anies: Kementan Harus Terbebas dari Kepentingan Politik

 





JAKARTA, KOMPAS.com - Kandidat Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat Anies Baswedan menilai ketahanan dan kedaulatan pangan di Indonesia hanya dapat terwujud jika Kementerian Pertanian terbebas dari kepentingan partai politik.

Jika terpilih sebagai Presiden keIak, ia mengaku akan menunjuk seseorang yang berlatar belakang profesional untuk mengisi posisi Menteri Pertanian. Menurut Anies, ucapannya itu bukan sekadar isapan jempol. Sebagus apapun kebijakan untuk mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia, kata dia, tak akan pernah tercapai karena Kementerian Pertanian belum terbebas dari kepentingan politik.

"Kita harus buat Kementerian Pertanian bebas dari kepentingan partai politik. Sebagus apapun sistemnya, mohon maaf, enggak akan bisa kalau diberikan pada mereka (politisi)," kata Anies dalam seminar kebangsaan di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (7/3/2014).

Hal itu dikatakan Anies untuk menanggapi gagasan dari kandidat Konvensi Capres Demokrat Gita Wirjawan. Gita memberikan gagasan bahwa ketahanan pangan dan energi di Indonesia dapat dilakukan dengan melakukan reformasi agraria.

Menurut Gita, reformasi agraria telah diprakarsai sejak 1960, tetapi tak pernah tuntas hingga saat ini. Presiden Indonesia selanjutnya, kata Gita, harus memberikan jaminan pada 40 juta petani di Indonesia agar dapat bekerja menggarap lahannya tanpa alih fungsi. Selain itu, petani mesti diberikan kemudahan untuk mengagunkan lahannya sehingga ada tambahan modal dan dapat mendongkrak produktivitas.

"Kita harus bisa jawab keluhan petani yang kesulitan bibit, pupuk, dan akses ke pasar. Kesulitan petani bukan hanya fisik, tapi juga harga yang terjangkau. Kalau bicara soal kesejahteraan, semua berkaitan dengan harga terjangkau," ujar Gita.

 

BERITA #KONVENSI CALON PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT

Dino Patti Djalal: Meritokrasi Akan Jadi Ujian Indonesia pada 2014

 




MAKASSAR, KOMPAS.com — Tahun ini, 2014, disebut akan menjadi ujian bagi upaya mewujudkan pemerintahan yang berbasis meritokrasi di Indonesia. Penerapan meritokrasi seharusnya merupakan tahap lanjutan dari demokrasi.

"Ujian untuk menuju meritokrasi adalah 2014 ini, terutama untuk partai-partai politik dan masyarakat bangsa Indonesia pada umumnya," kata peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Dino Patti Djalal, di Makassar, Sulawesi Selatan, seperti dikutip dari kantor berita Antara, Kamis (6/3/2014).

Ujian tersebut, ujar Dino, akan dihadapi terutama oleh mereka yang akan ada di pemerintahan baru hasil Pemilu 2014. "(Namun), apabila rakyat memang masih melihat dinasti ketimbang meritokrasi itu sah-sah saja," ujarnya. 

Dino meyakini meritokrasi adalah tahapan selanjutnya yang harus dituju setelah keberhasilan menerapkan sistem demokrasi. "Tingkatan selanjutnya dari demokrasi adalah meritokrasi," kata mantan Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk urusan luar negeri tersebut.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini pun bercerita soal meritokrasi yang dia jalankan selama menjalankan tugasnya di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington, Amerika Serikat. Dia mengklaim, selama masa 3,5 tahun menjabat sebagai duta besar di sana, KBRI Washington menjadi lembaga dengan penyerapan anggaran mencapai 98,5 persen.

"Itu silakan dibandingkan dengan lembaga-lembaga lain, dan tidak ada yang lebih tinggi angka penyerapan anggarannya," ujar Dino. Dia mengatakan meritokrasi merupakan kunci utama pencapaian tersebut, sekaligus menjadikannya salah satu institusi terbaik dalam pengelolaan anggaran di tataran internasional.

Dino merupakan satu dari 11 peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat. Selain Dino peserta lainnya adalah Dahlan Iskan, Hayono Isman, Endriartono Sutarto, Sinyo Harry Sarundajang, Anies Baswedan, Gita Wirjawan, Pramono Edhie Wibowo, Irman Gusman, dan Marzukie Alie.


 

BERITA #KONVENSI CALON PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT

Solusi Masalah Hukum dan Ekonomi Versi Pramono Edhie

 




Liputan6.com, Jakarta - 11 Peserta Konvensi Capres Partai Demokrat kembali mengikuti Debat Bernegara yang kali ini berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan yang bertema tentang hukum dan ekonomi. Khususnya terkait Hak Azasi Manusia (HAM), korupsi, terorisme, hukum, narkotika dan obat terlarang.

Terkait 5 hal di tersebut peserta konvensi Pramono Edhie Wibowo yang tergabung dalam Grup Rajawali bernomer urut 2 mengatakan, hukum harus menjadi panglima. Masalah tersebut bisa ditanggulangi jika hukum dijunjung tinggi dan tak pandang bulu.

"Hukum harus adil, kepastian hukum harus diwujudkan. Hukum adalah Panglima. Siapa yang benar, harus dibela. Siapa yang salah, harus dihukum," ujar Edhie dalam keterangan persnya, Rabu (5/3/2014).

"Masalah ham, terorisme, korupsi, hukum, dan narkoba bisa menjadi minimal kalau hukum ditegakan," sambung Edhie.

Terkait kebijakan apa untuk menyelesaikan masalah yang dianggap sebagai pelanggaran HAM, Edhie menilai saat ini kondisi Indonesia sudah jauh lebih baik dan kondusif. "Harus dimengerti betul kriteria pelanggaran HAM, baru kemudian diambil tegas kebijakan untuk menyelesaikan masalah yang dianggap sebagai pelanggaran HAM."

"Apa yang sudah terjadi tidak boleh terulang lagi. Mari bergerak maju, Anda dan saya bisa jadikan Indonesia lebih baik," tandas Edhie.

Sementara upaya pemberantasan korupsi jika ia terpilih menjadi presiden, Edhie mengatakan, pencegahan dan hukuman yang seberat-beratnya kepada koruptor dan melibatkan rakyat Indonesia. "Sistem sudah cukup lengkap, pemimpin harus memberikan contoh dengan menjalankan pemerintahan yang bersih dan berwibawa."

Maka itu, ia mengimbau, agar rakyat turut serta memberantas korupsi dengan memilih pemimpin yang baik. "Pilih pejabat yang bersih, pelajari rekam jejaknya. Jika dianggap tidak populis dalam mengambil keputusan terkait koruptor, tidak masalah bagi saya. Kepentingan rakyat dan negara selalu menjadi pilihan saya," tegas Edhie.

Dan seorang pemimpin, lanjut Edhie, harus berani menghadapi semua risiko. Karena hakikat seorang pemimpin adalah sesorang yang memimpin dengan berani mengambil risiko. "Kalau dia tidak berani, bukan pemimpin namanya," ujar adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY) itu.
Dalam debat yang dimulai pukul 15.00 WITA itu Edhie juga memberikan pandangan terkait cara memajukan pembangunan di wilayah Indonesia yang masih tertinggal. Ia memberikan contoh kepada Makasar dan Indonesia bagian timur lainnya agar sebaiknya memiliki hak kepabeanan agar mudah mengekspor.

"Dengan potensi alam yang Sulawesi miliki,  seharusnya Sulawesi memiliki hak kepabeanan, yang memungkinkan Sulawesi melakukan ekspor langsung atas hasil alam dan produk-produk nya. Tanpa harus melalui pelabuhan Surabaya dan menyejahterakan warga Indonesia bagian timur," ujar Edhie.

Maka itu, putra Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo itu berjanji akan membangun pelabuhan laut bertaraf internasional di Indonesia bagian timur, jika dirinya terpilih sebagai presiden dalam Pemilu 2014 mendatang.

"Oleh karenanya saya akan bangun pelabuhan laut internasional di Indonesia bagian timur, misalnya di Makassar," janji Edhie.

 

BERITA #KONVENSI CALON PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT

Demokrat Tak Khawatir Kasus Bom Molotov Makassar 

 




TEMPO.CO, Makassar - Anggota Komite Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Andi Timo Pangerang, menyatakan Komite Konvensi tak dibuat khawatir oleh kasus pelemparan bom molotov ke posko calon legislator Demokrat untuk Dewan Perwakilan Rakyat, Aliyah Mustika, Selasa dinihari, 4 Maret 2014. Insiden ini terjadi sehari sebelum dimulainya debat antarpeserta konvensi di Makassar.

"Ada aparat kepolisian yang mengusut kasus itu. Komite Konvensi tidak khawatir soal keamanan di Makassar," kata Timo setelah menggelar jumpa pers perihal pelaksanaan debat peserta konvensi calon presiden dari Partai Demokrat di Hotel Grand Clarion, Makassar, Rabu, 5 Maret 2014. 

Menurut Timo, informasi seputar perusakan posko relawan calon legislator dari Partai Demokrat tersebut sudah diketahui sejak Selasa pagi. "Semua (anggota) Komite Konvensi biasa-biasa saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," kata Timo. Timo yang juga legislator Partai Demokrat di DPR RI meminta kepolisian bekerja optimal mengusut kasus tersebut.

Juru bicara Kepolisian Resor Kota Besar Makassar Kompol Mantasiah mengatakan aparat kepolisian sedang menyelidiki kasus perusakan posko relawan caleg Partai Demokrat tersebut. "Kasus itu sedang ditangani Polsekta Makassar," kata Mantasiah.

Adapun acara debat hari ini menghadirkan sebelas perserta konvensi. Materi debat peserta konvensi menyangkut masalah hukum dan ekonomi serta kesejahteraan rakyat. Acara yang rencananya dimulai pukul 15.00 Wita tersebut akan dihadiri sejumlah pengurus pusat Partai Demokrat yang juga anggota DPR, yaitu Reza Ali, Nuraeni Barung, dan Gaffar Patappe, sejumlah caleg untuk DPR, serta pengurus Partai Demokrat kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

 

BERITA #KONVENSI CALON PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT

Dino Patti Djalal: Israel Harus Tepati Janji bahwa Palestina Merdeka

 




JAKARTA, KOMPAS.com — Kandidat peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Dinno Patti Djalal, menyayangkan sikap Israel yang tak juga memberikan kemerdekaan kepada Palestina. Menurut dia, kemerdekaan Palestina sudah dijanjikan Israel dan dengan demikian harus ditepati.

"Israel harus menepati janji, Palestina merdeka berdaulat. Sekarang memang lagi krisis. Kalau upaya perundingan ini nggak berhasil, bisa-bisa Palestina lepas selamanya (tidak merdeka). Sudah terlalu lama dijanjikan merdeka, tapi diulur terus," kata Dino dalam diskusi Komitmen Indonesia terhadap Palestina di Kantor DPP Partai Demokrat di Jakarta, Senin (3/3/2014).

Oleh karena itu, Dino mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia harus terus berkomitmen untuk mendukung penuh agar Palestina bergabung dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dengan begitu, Palestina bisa terbantu meraih kemerdekaannya. "Kita mendorong perundingan Israel-Palestina. Itu harus jalan terus karena sudah terlalu lama. Tidak bisa diundur-undur terus," ujar dia.

Selain itu, kata Dino, Indonesia juga harus mendukung Palestina, mulai dari urusan politik hingga ekonomi. Dengan begitu, Palestina bisa mendapatkan stabilitasnya kembali sebagai negara yang berdaulat. "Kita dukung pemerintahannya agar bisa kokoh. Kita selalu mendorong rekonsiliasi otoritas Palestina. Kita dukung ekonominya agar terjaga. Kalau tidak, bisa ambruk dari dalam. Kita harus dukung, masyarakat internasional harus mendukung Palestina," papar dia.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendorong kerja sama di bidang ekonomi antara negara-negara Asia Timur dan Palestina. Kerja sama ini dilakukan untuk membantu stabilitas ekonomi di negara yang puluhan tahun berjuang mendapat pengakuan internasional itu. Menurut Presiden, Palestina memerlukan kesiapan ekonomi sebagai upaya untuk meraih kemerdekaan.

"Saya sangat mendukung peningkatan interaksi ekonomi dengan elemen bisnis Palestina dan juga Arab dalam Ceapad (Conference on Cooperation Among East Asian Countries for Palestinian Development). Dalam Ceapad, kami harapkan komunitas bisnis Palestina bisa melakukan pertemuan dalam tahap yang lebih global," ujar Presiden saat membuka Ceapad II di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Sabtu (1/3/2014).

 

BERITA #KONVENSI CALON PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT

Dahlan-Gita Pimpin Konvensi di Media Sosial

 




JAKARTA, KOMPAS.com - Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat hingga kini masih terus berlangsung. Di media sosial, percakapan terkait para kandidat konvensi oleh para pengguna internet (netizen) bisa dimonitor dan dikuantifikasi intensitasnya. Dua kandidat, yaitu Dahlan Iskan dan Gita Wirjawan, tampak mendominasi dibanding kandidat lain.

Demikian hasil pemantauan menggunakan mesin PoliticaWave yang menjaring percakapan netizen dalam rentang 1 Januari hingga 16 Februari 2014. Direktur PoliticaWave, Yose Rizal, di Jakarta, Jumat (28/2/2014), mengatakan, apabila rangkaian Konvensi Partai Demokrat berakhir hari ini, maka hanya akan ada dua figur yang dipastikan bersaing di puncak, yaitu Gita Wirjawan dan Dahlan Iskan.

"Butuh kerja keras, bagi sembilan peserta konvensi lainnya, untuk bisa menyalip Gita dan Dahlan," kata Yose. Dua nama ini memiliki keunggulan masing- masing, tetapi pada akhirnya nama Dahlan unggul pada tingkat elektabilitas mengalahkan Gita.

Gita unggul pada jumlah netizen unik yang membicarakan namanya sebesar 27 persen dari total 207.317 pengguna yang membicarakan topik terkait peserta konvensi. Di bawah Gita adalah Dahlan Iskan (20 persen), disusul Marzuki Alie (14 persen) dan Anies Baswedan (13 persen).

Yose menjelaskan, keunggulan Gita di sisi jumlah netizen unik ini merupakan buah dari pengunduran diri Gita sebagai Menteri Perdagangan.

Dahlan unggul sebagai kandidat yang sering dibicarakan dalam berbagai percakapan dengan intensitas 29 persen dari total percakapan 766.622 yang termonitor. Disusul Gita Wirjawan (24 persen), Marzuki Alie (19 persen), dan Pramono Edhie Wibowo (9 persen).

Hal yang menarik, walaupun Dahlan paling sering dibicarakan, jangkauan penetrasi untuk menembus audiens terbanyak justru dipegang Gita, disusul Dahlan, kemudian Marzuki Alie.

Gita juga mendominasi jumlah pemberitaan hingga 2.760 berita dari total 9.823 berita yang dipantau, disusul Dahlan (1.922 berita), kemudian Pramono Edhie Wibowo (1.476 berita). Meski demikian, Dahlan lebih mendominasi pemberitaan positif sebanyak 931 berita, disusul Gita (550 berita), kemudian Pramono (285 berita).

Kekuatan Gita adalah sebagai kandidat presiden yang paling banyak diberitakan. Jangkauan percakapan terkait Gita juga terluas. "Sedangkan Dahlan, menjadi figur yang paling sering diangkat sebagai headline pemberitaan di berita daring, sekaligus paling banyak mendapat sentimen positif para netizen," kata Yose.