BERITA KAMPANYE PARTAI #DEMOKRAT PARTAINYA #SBY

Ini Strategi Pembangunan Partai Demokrat Lima Tahun ke Depan

 




Jakarta: Partai Demokrat  telah menyiapkan program pembangunan bangsa 5 tahun ke depan. Seluruh program bakal diimplementasikan, apabila Partai Demokrat kembali memenangkan pemilu legislatif (pileg) serta pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres) 2014.

“Tentu sasaran yang akan dicapai bukan retorika dan angan-angan. Program ini bukan asal-asalan dan teriak-teriak,” kata Ketua Umum DPP PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berorasi dalam kampanye terbatas partainya, di Jakarta, Kamis (3/4).

Dia menjelaskan, program yang disiapkan disusun setelah menarik garis dan pembelajaran manajemen pemerintahan selama ini.

Dia kemudian mengemukakan visi dan misi program partainya, yang terdiri dari enam butir.

Pertama, ekonomi tetap tumbuh tinggi dan semakin kuat.

Kedua, kesejahteraan rakyat mesti terus ditingkatkan.

Ketiga, peningkatan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.

Keempat, politik dan demokrasi semakin stabil dan matang.

Kelima, penguatan aparat TNI/ Polri demi kedaulatan NKRI.

‎Keenam, peningkatan peran Indonesia di mata internasional.

“Jangan main-main, ini semua untuk bangsa,” SBY, yang juga Presiden RI, menegaskan.

SBY menambahkan, partai, yang digagas dan didirikannya, telah menetapkan 11 sasaran khusus yaitu: penanggulangan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, pangan dan energi, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan kewirausahaan, modernisasi TNI/ Polri, buruh dan Tenaga Kerja Indonesia, pembangunan daerah dan desa, kesejahteraan pegawai dan guru, infrastruktur investasi dan pemberantasan korupsi.

Dia kemudian menjelaskan secara teknis, satu per satu 11 sasaran khusus tersebut.

Pertama, dalam aspek penanggulan kemiskinan, seluruh program pro-rakyat seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Jaminan Kesehatan Masyarakat, beras miskin dan lain-lain akan dilanjutkan dan ditingkatkan. Alokasi anggaran 5 tahun ke depan hingga Rp 1.000 triliun.

Kedua mengenai pendidikan umum dan agama ditingkatkan. BOS dan beasiswa diperbesar.
“Gaji guru, dosen dan peneliti dinaikkan. Alokasi anggaran mencapai Rp 3.000 triliun,” ujarnya.
Ketiga, kesehatan rumah sakit dan puskesmas diperbanyak. Kesejahteraan dokter dan tenaga medis ditingkatkan.

“Pada 2019 BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) mencakup semua penduduk Indonesia,” tegasnya.
Keempat, dalam bidang pangan dan energi harus ada peningkatan pertanian, kelautan, perikanan dan kelautan.

“Kilang BBM (bahan bakar minyak) dibangun, daya listrik ditingkatkan hingga 65.000 mega watt,” katanya.
Kelima, dilakukan program kewirausahaan besar-besaran hingga 2 juta orang. Kredit Usaha Rakyat ditingkatkan hingga Rp 200 triliun.

Keenam, program pengembangan kekuatan TNI/ Polri akan terus ditingkatkan. Termasuk, alutsista, personel, gaji, remunerasi. Personil Polri ditambah 100 ribu orang.

Ketujuh, peningkatan kesejahteraan buruh.

“Era buruh murah sudah selesai. Perlindungan dan pelayanan TNI harus ditingkatkan,” ujarnya.

Delapan, alokasi anggaran untuk daerah terus ditingkatkan hingga Rp1.000 triliun per tahun. Anggaran desa hingga Rp 100 triliun dan 1 miliar per desa, per tahun.

Kesembilan, peningkatan gaji PNS dan guru. Pegawai terendah pada 2019 mesti mencapai 5 juta rupiah.
Kesepuluh, sasaran MP3EI hingga tahun 2025 mencapai Rp 4.500 triliun. 

Kesebelas, pemberantasan korupsi jalan terus tanpa pandang bulu. “Penting diutamakan aspek pencegahan. Jangan menjebak. Ingatkan barangkali ada yang tidak tahu tindakannya keliru. Kalau sudah diingatkan berkali-kali tetap korupsi, sanksi diberikan. Mari kita berupaya mencegah korupsi,” tegasnya.

Menurut SBY keseluruh sasaran khusus itu bukanlah ilusi dan wacana. Dia juga mengajak seluruh pihak melakukan perubahan dan membangun negara ke arah lebih baik.

“Hal-hal yang sudah baik jangan diganti dan diubah. Apalagi tidak jelas seperti apa perubahannya. Apalagi hanya teriak-teriak perubahan,” tukasnya.

Menurutnya, mengelola negara dan pemerintahan jangan sampai hanya bersifat eksperimen. “Kita tak boleh eksperimen coba-coba. Negara ini dan rakyat punya harapan dan masa depan. Jangan sampai perubahan tidak berangkat dari perencanaan strategis, manajemen dan akuntabel,” ucapnya.

Dia berharap Indonesia tidak kembali mengalami krisis dan masa kelam. “Mari kita bermohon agar krisis tidak terulang dan tidak terjadi lagi,” ucapnya.

“Oleh karenanya jangan sampai ada salah urus dan manajemen pemerintahan gegabah. Ini negara dan pemerintahan yang besar, jangan asal-asalan. Bersama Demokrat, mari kita jaga dan bahkan tingkatkan hal sudah baik, jangan diobrak-abrik,” tegasnya. (rilis/beritasatu/wan/dik)

 

BERITA KAMPANYE PARTAI #DEMOKRAT PARTAINYA #SBY

SBY Luncurkan Program Beasiswa Presiden RI

 




Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Wapres Boediono, meluncurkan ‘Indonesia Presidential Scholarship’ atau Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/4) pukul 15.00 WIB. Program beasiswa ini diberikan Pemerintah Indonesia kepada warga negara Indonesia untuk menempuh jenjang pendidikan magister (S2) dan doktor (S3) di sejumlah perguruan tinggi terbaik dunia.

Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan, beasiswa tersebut disampaikan oleh Presiden sejak awal 2013 untuk mempersiapkan generasi emas 100 tahun pada tahun 2045 dimana bangsa Indonesia akan memiliki populasi usia muda yang besar. Diharapkan dengan program beasiswa ini akan lahir pemimpin baru yang berpengetahuan, berketerampilan, serta cinta dan bangga dengan tanah airnya.

Gagasan program ini sudah ada sejak awal 2013, namun baru kali ini resmi diluncurkan.

“Ketika kiamat esok hari, kita punya benih, maka tanamlah benih itu. Masa kampanye bukanlah masa yang steril dalam kebaikan, selama tidak disalahgunakan,” ujar M. Nuh.

Sementara itu, Presiden SBY menjelaskan bahwa peluncuran BPRI ini merupakan babak penting dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju bangsa yang lebih maju. Yakni, dengan memiliki SDM (sumber daya manusia) yang unggul.

Potensi SDA yang baik harus diikuti dengan manusianya yang juga unggul, maju, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki daya saing yang tinggi. “Itulah sebenarnya cara pandang yang harus dibangun jika ingin 100 tahun setelah merdeka, Indonesia benar-benar menjadi bangsa dan negara yang maju dan sejahtera,” kata Presiden SBY dalam sambutannya.

Selain meluncurkan BPRI, SBY juga meresmikan tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) baru di Indonesia. PTN tersebut adalah Universitas Teuku Umar (Aceh Barat), Universitas Tidar Magelang, Universitas Siliwangi (Tasikmalaya), Universitas 19 November (Kolaka), Politeknik Negeri Subang, Politeknik Negeri Ketapang, dan Politeknik Tanah Laut, Tanah Laut (Kalsel).

Dengan adanya BPRI ini, maka semakin banyak jenis beasiswa yang dijalankan oleh LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Sebelumnya LPDP sudah menjalankan program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Data terakhir jumlah penerima BPI sudah ada sekitar 1.500 orang. Anggaran untuk dua jenis program beasiswa itu adalah Rp 500 miliar per tahun. Dana itu merupakan bagian dari hasil pengelolaan dana abadi pendidikan yang berjumlah Rp 15 triliun lebih.

Hadir pula dalam acara ini Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Wamenag Nasaruddin Umar, dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko. (websitepresiden/dik)

 

BERITA #KONVENSI CALON PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT

Dahlan Iskan Bantah Sengaja Putar Film "Sepatu Dahlan" Berdekatan dengan Pemilu

 



JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan membantah sengaja memutar film Sepatu Dahlan di bioskop berdekatan dengan Pemilu Legislatif 2014. Film ini bertutur tentang masa kecil Dahlan. Rencananya, film akan diputar serentak di bioskop pada 10 April 2014, sehari setelah pemungutan suara.

"Saya bukan orang yang punya ide, bukan orang yang membiayai. Saya bukan orang yang titip pesan, bukan mendorong supaya ada film ini. Mungkin kata-kata ini sulit dipercaya, tapi, ya tidak apa-apa," ujar Dahlan seusai menonton pemutaran terbatas film Sepatu Dahlan di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Selasa (1/4/2014) malam.

Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat itu mengaku tak pernah melakukan intervensi selama pembuatan film. Ia pun menampik film ini sekaligus menjadi ajang untuk memperkenalkan dirinya kepada masyarakat, mengingat Partai Demokrat berencana menggelar survei elektabilitas peserta konvensi mulai 10 April 2014.

Sutradara maupun produser film ini juga menegaskan, pemutaran film Sepatu Dahlan tak bermuatan politis. Film tersebut menyasar segmen penonton anak-anak dan keluarga, dengan tujuan mendorong semangat orang-orang yang tidak mampu secara ekonomi untuk tetap bisa menggapai cita-cita.

"Produksi baru bisa dilaksanakan akhir 2013. Ini masalah nasib kami baru dapat jadwal (putar) sekarang. Jangan berpikir politik, nikmati saja film ini," kata salah satu produser film Sepatu Dahlan, Rizal Kurniawan. Film ini disutradarai Benni Setiawan.

Lewat film ini diceritakan Dahlan berasal dari keluarga yang kurang mampu. Bahkan, Dahlan sampai tak mampu membeli sepatu. Sosok Dahlan dalam film ini diperankan Aji Santosa, ayah Dahlan dilakoni Donny Damara, dan Kinaryosih menjadi ibu Dahlan. Naskah film merupakan adopsi dari buku "Sepatu Dahlan" karya Khrisna Pabichara.

 

BERITA KAMPANYE PARTAI #DEMOKRAT PARTAINYA #SBY

Tujuh Berita Baik dari SBY untuk Warga Sumsel

 




Palembang, Sumsel:  Suara serempak belasan ribu massa yang meneriakkan kata “SBY… SBY… SBY..!” terdengar bergemuruh saat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memasuki arena kampanye terbuka di lapangan Benteng Kuto Besak, di tepi Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa, 1 April 2014. Mendung menggayut dan angin meniupkan kesejukan bagi 15-an ribu peserta kampanye yang terdiri dari simpatisan, anggota, dan kader Partai Demokrat setempat.

“Apa kabar, Palembang?” SBY bertanya

“Baiiiik..!” Belasan ribu warga menyahut.

“Palembang kota penuh kenangan,” ujar SBY sembari menambahkan cucunya (Airlangga Satriadhi Yudhoyono, putra Edhie Baskoro Yudhoyono-Siti Rubi Aliya Baskoro Yudhoyono) juga berdarah Palembang.

Sumsel dan Palembang memang punya kenangan khusus bagi SBY. Saat berpangkat Mayor Jenderal, SBY pernah bertugas sebagai Panglima Kodam Sriwijaya (1996-1997), yang bermarkas di Palembang.
SBY membuka orasi dengan menyerukan, “Mari kita bekerja… bekerja… bekerja..!”

Ia mengingatkan bahwa rakyat tidak suka partai yang dalam kampanyenya kerap menjelek-jelekkan partai lain.

“Saya membawa tujuh kabar baik bagi Palembang dan Sumatera Selatan,” ujar SBY dengan suara mantap.
“Pertama, kereta api batu bara mulai dibangun tahun ini,” kata SBY disambut riuh peserta.

Kedua, kata SBY, Pembangkit Listrik Tenaga Batubara Mulut Tambang akan segera beroperasi, menambah daya bagi Provinsi Sumatera Selatan.

Yang ketiga, Duplikasi Jembatan Musi 2 akan segera rampung. Ini akan membuat transportasi orang dan barang yang melintasi sungai Musi semakin lancar.

Keempat, IAIN Raden Fatah menjadi Universitas Negeri. Institut Olahraga pertama Indonesia juga dibuka di Palembang.

Kelima, Bandara Sultan Mahmud Baharuddin telah menjadi bandara internasional.

“Saya kemarin meresmikan Bandara Pagar Alam,” kata SBY yang segera disambut massa dengan gembira.
Keenam, kata SBY, berjalannya BPJS Kesehatan yang menanggung layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

“Terakhir (ketujuh) UU Desa sudah kita sahkan,” SBY menegaskan, “Desa-desa bisa mendapat anggaran sampai Rp1,4 milyar per tahun; per desa, untuk kemandirian dan kesejahteraan desa.”

Masyarakat Palembang dan Sumatera Selatan menang sangat menantikan kedatangan SBY yang menggagas dan mendirikan Partai Demokrat.  Sebelum kedatangan SBY, bendera, umbul-umbul, baliho, spanduk, serta poster khas Partai Demokrat sudah terpasang di seluruh jalanan Kota Palembang hingga kawasan Lapangan Benteng Kuto Besak. Simpatisan, anggota, dan kader  Partai Demokrat pun tidak henti-hentinya meneriakkan dukungan terhadap SBY dan Partai Demokrat.

“Rumah besar kita adalah Indonesia,” kata SBY, “Rumah kita yang kecil adalah..?”

“Demokraaat..!” belasan ribu hadirin segera menyambut dengan teriakan riuh.

Setelah keriuhan itu, lagu “Rumah Kita” mengalun merdu dari mulut penyanyi Rio Febrian.
“Partai Demokrat rumah kita…” koor serempak hadirin bergema di ujung lagu.

Setelah alunan lagu “Rumah Kita”,  SBY menyampaikan, warga Indonesia di mana saja bisa memanfaatkan program-program pro-rakyat yang diusung Pemerintahannya selaku Presiden RI. Program-program tersebut antara lain KUR, PNPM, BOS, PKH, Beasiswa Prestasi, dan program-program lainnya.

Dalam masa Pemerintahan Presiden SBY, kebijakan seperti BPJS dan UU Desa berhasil disahkan.

“Sepuluh tahun ini, yang saya pimpin telah banyak memberi bukti, maka dengan kerja keras kita berbuat lebih banyak lagi,” SBY menegaskan.

SBY juga mengingatkan para kader, anggota, dan simpatisan Partai Demokrat agar dalam berkampanye tidak menyerang partai lain.  Partai Demokrat tidak pernah memandang partai lain sebagai musuh. SBY pun mengajak masyarakat Palembang serta Indonesia bersatu memberikan yang terbaik untuk Indonesia.

Setelahnya, sembari diiringi lagu “Tendangan Dari Langit” SBY, Ibu Ani Yudhoyono, dan rombongan melempar tujuh bola sepak yang telah ditandatangani SBY.

“Nanti tanggal 9 April, coblos apa?” SBY bertanya.

“Nomor tujuuuh,” hadirin menyahut serempak.

SBY kemudian melakukan simulasi pencoblosan kertas suara pada lambang dan nomor Partai Demokrat yaitu nomor 7 (Tujuh).

Simpatisan dan warga Palembang juga mendapatkan hiburan dari  artis ternama asal Jakarta  yaitu Wali Band, D’Massiv, Rio Febrian, Ikke Nurjanah dan MC beken Edwin serta Jodi.

Usai berorasi, tibalah acara yang ditunggu hadirin di semua tempat kampanye. SBY turun panggung untuk bersalaman, berfoto bersama, menandatangani kaus maupun topi hadirin.  (rilis/dik)

 

BERITA #KONVENSI CALON PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT

Dahlan Iskan: Saya "Disekolahkan" Sangat Mahal oleh SBY

 




JAKARTA, KOMPAS.com — Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Dahlan Iskan, mengaku telah "disekolahkan" oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut dia, "sekolah" itu terkait energi.

"Orang boleh mencaci beliau, tapi saya punya pandangan berbeda soal beliau. Saya bersyukur 'disekolahkan' sangat mahal soal energi oleh beliau dan berterima kasih pada beliau," ujar Dahlan dalam "ceramah kebangsaan" peluncuran buku The Next One Biografi Dahlan Iskan di Soehanna Hall, The Energy Building SCBD, Jakarta, Senin (31/3/2014).

Menurut Dahlan, dia "sekolah" soal energi dari hulu ke hilir ketika ditunjuk Presiden SBY menjadi Direktur Utama PT PLN. Dalam kesempatan itu, Dahlan pun bertutur soal penilaiannya bahwa PLN sudah tak mampu mencukupi energi di dalam negeri.

Dahlan lalu bercerita soal kondisi PLN yang terlilit utang dan beragam persoalan. Dia berkeinginan ada PLN baru di Indonesia dengan biomassa sebagai basis sumber energinya. "Teknologinya ada. Bagaimana menjalankannya? Sudah ada roadmap-nya," kata dia.

Masyarakat menengah

Di tengah ceritanya soal energi dan didikan SBY, Dahlan pun berpendapat bahwa pemerintah tak seharusnya selalu mengikuti keinginan masyarakat ekonomi kelas menengah. Jika keinginan kelompok tersebut yang mayoritas ada di kota besar dan Ibu Kota terus diikuti, menurut dia, maka hal itu akan berbahaya bagi masyarakat miskin, terutama di daerah.

Kereta rel listrik menjadi contoh yang disebutkan Dahlan. Bila kebutuhan tersebut dituruti seketika dengan proyek senilai triliunan rupiah, maka anggaran akan terlalu tersedot ke sana. "Bila lupa (pembangunan) daerah-daerah miskin di Timur sana," ujar dia.

Buku biografi Dahlan Iskan ditulis Budi Rahman Hakim dan Deden Ridwan, setebal 747 halaman. Jejak hidup Dahlan dari masa kecil yang kekurangan hingga langkahnya maju dalam Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat untuk menuju "The Next One" menjadi alur cerita detail buku tersebut.

 

BERITA KAMPANYE PARTAI #DEMOKRAT PARTAINYA #SBY

SBY Kabarkan Tujuh Berita Baik untuk Jabar

 




“Sekarang saya ingin menyampaikan tujuh berita baik,” kata SBY yang mengenakan baju serta baret berwarna biru di hadapan massa.

Berita baik pertama, kata SBY, ialah sejak tahun 2013 telah dikucurkan anggaran Rp1 triliun untuk pembangunan jalan di wilayah Jawa Barat bagian selatan.

“Alhamdulillah sejak 2013 dengan anggaran Rp1 triliun telah dibangun untuk jalan bagian Selatan Jabar,” katanya.

Berita baik kedua ialah, pembangunan rel ganda kereta api dari wilayah DKI Jakarta sudah sampai ke wilayah Jawa Barat.

“Rel ganda kereta api Jakarta sudah tembus Jabar sampai Jateng dan Jatim. Naik kereta api makin aman dan cepat. Bahkan kereta api jurusan Bogor-Sukabumi dan Cianjur telah dibuka kembali,” katanya.

Kabar ketiga ialah, lanjut SBY ialah Waduk Jatigede, di Kabupaten Sumedang, dengan biaya Rp4 triliun pada bulan September ini sudah diairi.

“Bulan September sudah diisikan (air, red), dan Insya Allah banjir di Indramayu bisa dicegah,” katanya.

Berita keempat ialah di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mulai dibangun bandara besar bertaraf internasional yakni Bandara Kertajati.

“Berita kelima di Tasikmalaya sudah punya universitas negeri yakni Universitas Siliwangi lalu di Subang ada Politeknik Subang,” ujar SBY.

Ia mengatakan, berita baik keenam ialah warga Indonesia terutama yang belum mampu yakni sekitar 86,4 juta orang sudah bisa mendapatkan jaminan kesehatan.

“Mereka bisa berobat gratis. Saya tahu di sana sini masih ada kekurangan, tapi mari bersama-sama kita perbaiki. Dan berita ketujuh ialah Alhamdulillah desa telah memiliki Undang-undang Desa,” katanya.

SBY juga menyampaikan tekadnya untuk terus membawa perubahan di Jawa Barat.

“Saya ingin Jawa Barat dan Indonesia semakin baik lagi lima tahun ke depan. Jika sepuluh tahun ini pemerintah telah memberikan bukti, maka lima tahun ke depan akan lebih baik lagi. Jangan sampai yang sudah baik diganti-ganti lagi, justru yang sudah bagus ditingkatkan,” SBY menegaskan disambut massa Partai Demokrat.

“Itulah mengapa kita bertemu di sini. Kita ingin lima tahun mendatang Jabar lebih sejahtera. Saudara tahu partai mana yang akan melakukan dan melanjutan itu?” SBY bertanya sembari mengingatkan, agar kader dan simpatisan Partai Demokrat  tidak terpengaruh dengan informasi negatif tentang partai yang digagas dan didirikannya itu. (antara/ebyteam/dik)

 

BERITA KAMPANYE PARTAI #DEMOKRAT PARTAINYA #SBY

SBY: Ini Era Infrstruktur

 




Deli Serdang, Sumut: Meningkatnya kelas menengah di Indonesia membuat permintaan terhadap barang dan jasa meningkat pula. Ada keperluan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi, membangun lebih banyak infrastruktur yang diperlukan, termasuk kapasitas transportasi darat, laut, dan udara.

“Ini akan terus terjadi, ini awalan yang baik karena insya Allah pergerakan ekonomi kita akan terus terjadi, dengan cacatan manajemen pemerintahan harus tepat dan pengelolaan perekonomian harus dijalankan dengan baik,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Presiden mengatakan hal itu pada bagian lain sambutannya saat meresmikan Bandar Udara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (27/3) siang.

Asia akan mengalami perkembangan pesat. Dalam konteks itu, Indonesia tidak boleh tertinggal. Solusinya? “Konektivitas Indonesia harus kita bangun,” ujar SBY.

Sebelum Indonesia diintegrasikan dengan kawasan Asia maupun global, maka konektivitas domestik harus kita tingkatkan. Dari situlah lahirnya Masterpalan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). “Kita memerlukan masterplan itu bukan sekedar RPJMN, APBN, ataupun RKP tapi kita perlu masterplan yang tajam, hidup, dan dapat diukur kemajuannya,” SBY menjelaskan.

“Ini era kita membikin lebih baik ekonomi Indonesia, membangun lebih banyak infrastuktur, dan mengokohkan konektivitas di seluruh tanah air,” Kepala Negara menegaskan.

Pada kesempatan ini, Presiden kembali mengundang BUMN dan swasta dalam negeri untuk ikut menyuskeskan infrastruktur. Sebelum kita mengundang mitra dari negara sahabat. (websitepresiden/wan)