BERITA #KONVENSI CALON PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT

Irman Gusman: Konvensi Demokrat Meredup karena "Good News"

JAKARTA, KOMPAS.com — Bakal calon Presiden Partai Demokrat Irman Gusman menilai, penyebab utama meredupnya Konvensi Capres Demokrat adalah media massa. Menurut Irman, media massa saat ini masih memegang prinsip bad news is good news. Akhirnya, konvensi yang merupakan good news tenggelam oleh berbagai berita bad news seperti kacaunya daftar pemilih tetap untuk Pemilu 2014 dan berbagai kasus korupsi. 

"Jadi itu karena media saja, kenyataannya tidak begitu (meredup)," kata Irman di sela-sela pertemuan dengan pimpinan oposisi Malaysia Anwar Ibrahim di Jakarta, Selasa (5/11/2013).
Seiring berjalan waktu, Irman mengaku yakin popularitas konvensi capres Demokrat akan kembali naik. Terlebih lagi, kata Ketua Dewan Perwakilan Daerah itu, nantinya setiap peserta konvensi akan berkeliling ke berbagai daerah untuk kampanye. 

"Nanti kan kita akan tur keliling daerah, pastinya kalau di daerah akan lebih naik karena isunya tidak sebanyak dan seramai di pusat," kata Irman. 

Sebelumnya, Juru Bicara Komite Konvensi Capres Partai Demokrat Rully Charis mengatakan, ingar-bingar konvensi tengah meredup. Para kandidat konvensi masih canggung melakukan aktivitas konvensi. Pasalnya, sebagian peserta masih mengemban tugas di tempat lain. 

Dalam pengamatan Rully, para kandidat konvensi masih menjunjung tinggi norma dan etika politik yang ada. Apalagi publik terus menyoroti kinerja mereka yang nyatanya masih menjabat sebagai penyelenggara negara. "Belum apa-apa sudah diributkan persoalan waktu yang dihabiskan untuk kampanye, asal dana, wajib mundur atau tidak, dan sebagainya," kata Rully beberapa waktu lalu.

 

BERITA #KONVENSI CALON PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT

Survei LSI

Dahlan Iskan Pemenang Konvensi Capres Demokrat
INILAH.COM, Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan merupakan tokoh terkuat dan calon pemenang konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat. Hal dilihat dari hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada Oktober 2013.

Dahlan mendapat survei tertinggi dari 1.200 peserta survei yang dilakukan LSI. Bos media Jawa Pos Grup ini mengalahkan Pramono Edhie, Marzuki Alie, dan peserta konvensi lainnya.

"Konvensi Partai Demokrat yang terkuat adalah Dahlan Iskan yaitu 16,1%, disusul Pramono Edhie Wibowo 5,3%, Marzuki Alie 3,2%, dan Gita Wirijawan 2,2%," kata peneliti LSI Aji Alfaraby di kantor LSI Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (20/10/2013).

Aji menambahkan, tujuh peserta konvensi capres Demokrat lainnya meraih suara di bawah 2%. "Kandidat lainnya Irman Gusman, Anies Baswedan, Sarundajang, Hayono Isman, Endriartono Sutarto, Dino Patti Djalal, dan Ali Masykur Musa memperoleh suara dibawah 2%," ujarnya.

Hari ini, LSI merilis capres wacana versus capres riil. Adapaun capres wacana dilihat dari, nama-nama tokoh yang sering muncul di media masa. Sedangkan capres rill merupakan tokoh dan pemimpin struktural partai dan hasil konvensi partai. Dahlan Iskan pun disebut-sebut merupakan salah satu capres yang akan maju pada Pemilu 2014 hasil konvensi Partai Demokrat.

"Dahlan adalah tokoh paling kuat dari petarung (perserta konvensi) lainnya, jika Demokrat konsisten, kemungkinan Dahlan yang akan dicalonkan Partai Demokrat," tambahnya. [yeh]

BERITA #KONVENSI CALON PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT

Pesan Abraham Samad buat Peserta Konvensi Capres Demokrat


Pesan Abraham Samad buat Peserta Konvensi Capres Demokrat
Abraham Samad (Liputan6.com/Danu Baharuddin)

Liputan6.com, Jakarta : Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengimbau kepada para peserta Konvensi Partai Demokrat tidak sembarangan menerima sumbangan dari pihak tertentu. Apalagi bagi peserta yang masih menjabat sebagai penyelenggara negara.

"Kalau peserta konvensi penyelanggara negara harus berhati-hati menerima sumbangan karena ada aturan-aturan yang mengatur," kata Abraham Samad di Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta,
Disampaikan Abraham, jika ada peserta konvensi yang merupakan penyelenggara negara menerima sumbangan, sebaiknya langsung melaporkan ke lembaganya. "Nanti KPK yang menentukan apakah sumbangan itu diperbolehkan atau tidak," kata dia.

Konvensi yang pertama kali dilakukan Partai Demokrat untuk menjaring calon yang akan diusung pada Pilpres 2014 ini sebagian pesertanya merupakan penyelenggara negara.
Mereka adalah Gita Wirjawan selaku Menteri Perdagangan, Dahlan Iskan selaku Menteri BUMN, Marzuki Alie selaku Ketua DPR, Ali Masykur Musa selaku anggota BPK, dan Irman Gusman selaku Ketua DPD. (Ary/Yus)

 

BERITA #KONVENSI CALON PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT

Butuh Modal Nyapres, Gita Wirjawan Buka Rekening Sumbangan

  Liputan6.com, Jakarta : Peserta Konvensi Partai Demokrat, Gita Wirjawan, membuka rekening atas nama pribadinya untuk menampung sumbangan dana yang akan diberikan masyarakat untuk Pemilihan Presiden tahun 2014. 

"Saya sudah buka rekening atas nama pribadi. Ini khusus untuk partisipasi saya di konvensi. Sampai hari ini belum ada penerimaan dari siapapun," kata Gita Wirjawan di kantor Direktorat Pencegahan KPK di lantai IV gedung Pengadilan Tipikor di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (1/11/2013).
Menurut Gita yang juga menjabat sebagai Menteri Perdagangan ini, hal tersebut dilakukan agar pihaknya mendapat kejelasan sumber dana sumbangan yang nantinya akan mengalir ke rekening tersebut.
"Tentunya yang ditekankan adalah tidak boleh melanggar peraturan saya sebagai penyelenggara negara. Karena itu bisa dikategorikan sebagai gratifikasi," terang dia.
Dengan demikian, setelah mendapat penjelasan dari pihak KPK mengenai sumbangan yang masuk ke rekening penyelenggara negara, ke depan Gita berjanji melaporkan semua sumbangan yang diperolehnya ke KPK.
"Justru mereka (KPK) menganjurkan untuk dilaporkan. Kalau ada pemasukan, harus dilaporkan. Selama itu masuk ke rekening saya, pasti saya laporkan. Kami akan pantau setiap hari," katanya. (Yus)

BERITA #KONVENSI CALON PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT

Akbar Tandjung: Konvensi Alat Regenerasi Kepemimpinan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Akbar Tandjung mengatakan, regenerasi dalam kepemimpinan nasional hanya bisa berjalan bila ada iklim kondusif, demokratis, dan fair kepada kaum muda untuk berkiprah dalam kepemimpinan nasional. Kepemimpinan nasional ini dalam arti menjadi seorang presiden.

Agar muncul calon presiden potensial dari perseorangan, maka partai sebaiknya melakukan konvensi. Saya mendukung gagasan ini sebab konvensi membuka peluang bagi kaum muda yang berpotensi untuk menjadi capres," kata Akbar di Gedung DPR RI, Kamis, (31/10).

Kaum muda yang berpotensi menjadi capres, terang Akbar, adalah kaum muda yang memiliki pengalaman politik, pengalaman dalam birokrasi pemerintahan, dan pengalaman di DPR. Dengan berbagai macam pengalaman itu, maka ia bisa membuat keputusan politik yang terbaik bagi bangsa yang dipimpinnya karena memiliki pengalaman yang matang.

Jika ada pemuda semacam itu di dalam parpol, kata Akbar, maka harus diberi kesempatan untuk maju melalui konvensi. "Sebenarnya ide konvensi ini merupakan saya yang dicetuskan pada 2004, Demokrat mengapreasiasinya dengan melakukan konvensi untuk mencari capres," katanya.

Mungkin, lanjut Akbar, idenya soal konvensi disampaikan oleh kader Demokrat kepada SBY. Jadilah konvensi dilakukan oleh Demokrat.

saya

Bung Okto Wiryawan sedang mempersiapkan dirinya untuk menjadi Anggota Legislatif  DPR RI dari Partai Demokrat Dapil Banyumas - Cilacap. Nuwun dongakna sedulur, rencang, tiyang Banyumas - Cilacap.

Saya

BUNG OKTO

Okto Wiryawan, pria kelahiran Yogya ini ternyata punya daya tarik tersendiri. Orang nya suka ceplas – ceplos apa adanya, pemikiran dan ide-ide nya sangat idealis, ingin membangun bangsa ini menjadi lebih baik dari kondisi sekarang ini.
Banyak juga orang memanggil dia, “KANG OKTO” atau BUNG OKTO dikalangan teman-teman seangkatan baik di kampus maupun di kalangan ormas kepemudaan. BUNG OKTO ini juga di kenal sangat bersahaja, humoris, apa adanya dan prinsipnya yang tegas. Tak heran, jika dikalangan kampus dan ormas kepemudaan ia sangat dikenal sebagai orang yang supel dalam bergaul.

Pria kelahiran, Yogyakarta 13 Oktober 1967 ini sudah lama bergelut di kancah per politikan. Namun, karier politiknya hingga kini masih terus digeluti meskipun terkadang politik itu sulit di tebak. “ Kadang bagus anginnya dan terkadang jelek”. Itulah Politik.
Sebagai Aktivis kampus, dan telah mengenyam asam garam kehidupan di kampus dan ormas, Bung OKTO tidak pernah lelah. Dan, terus bersemangat untuk membangun negeri ini agar menjadi lebih baik lagi.
Dalam persoalan ideologi, Bung OKTO ini banyak di kenal sebagai orang yang apa adanya, “Tidak Neko-neko”, berusaha mendudukan persoalan sebagai mana mestinya secara proporsional.
Berdasarkan pengalaman dia, Politik itu sederhana. Mawujudkan ide dengan kenyataan. Persoalan kesejahteraan masyarakat ada di dalamnya. Untuk itu, kita perlu berperan dalam mewujudkannya. Peran yang kita mainkan itu ada berbagai cara baik dengan Melobby, Memberi tekanan pada lawan politik kita, atau menjembatani para stakeholder. Peran tersebut harus kita wujudkan. Hanya saja dalam dunia politik perwujudan peran itu bisa terlihat dan juga bisa tidak terlihat. “Antara Ada dan Tiada”, Namun, perwujudan itu ada.

Menjelang usia, ke 45 tahun. Alumni Universitas Jendral Soedirman yang kini menjabat sebagai Direktur Oprasional di salah satu perusahaan swasta nasional telah di karunia dua orang anak. Anak pertamanya, Sarah Wanda Nafisah, kini telah berusia 13 tahun dan duduk di bangku kelas II, SMPN 75 Jakarta. Sementara, Anak keduanya, yang baru berulangtahun tanggal 24 Juli ini sudah duduk di bangku 5 SDS IKKT, Jakarta.
BUNG OKTO, sejak memasuki bangku kuliah di Universitas Jendral Soedirman tahun 1986, aktivitasnya tak pernah lepas dari kegiatan kampus maupun luar kampus. Aktifitas di Resimen Mahadipa, Yon 904, membentuk karakter tangguh, keras, disiplin dalam prinsip.
Selain itu Bung OKTO aktif juga di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dibenahinya tahun 1990 hingga menghantarkannya menjadi salah satu Ketua Cabang Purwokerto tahun 1992.
Suami dari Tristiati ini, sejak mahasiswa aktifitas dan pertemanannya sangat luas. Tak heran, jika ia di percaya sebagai salah satu bendahara di Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI).
Selain sebagai Bendahara di IARMI, rupanya BUNG OKTO juga sebagai pengurus dan fungsionaris di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat di Departemen Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, satu hal yang sesuai dengan disiplin ilmunya dan cita-citanya membenahi birokrasi untuk kemakmuran negeri.
Dalam mewujudkan cita-cita dan ideologinya membangun bangsa dan Negara yang lebih baik. Bung OKTO ingin mewujudkannya secara nyata, tidak hanya sekadar bayangan semu. Tapi, harus berwujud nyata. Menciptakan masyarakat yang lebih Sejahtera, Adil dan Makmur.
Putra, kelahiran Yojakarta ini. Ingin ikut dalam Pilkada Banyumas 2013 – 2018.
Keikutsertaan BUNG OKTO, tidak lain karena kecintaan beliau kepada masyarakat Banyumas.
Banyumas, Tempat ia menimba ilmu.
Banyumas, Tempat ia, ditempa dalam organisasi kemasyarakatan.
Banyumas, Tempat ia, membentuk jati diri menjadi seorang intelektual muda yang tegas, berdisiplin, dan, berprinsip.
Banyumas, Tempat ia, menemukan kasih dengan Tristiati, Istri Tercinta.

Usaha dalam dunia pendidikan sudah ia tekuni, Doa dan Tafakur sebagai santri di Ponpes Al Ikhsan, Beji, Kedungbanteng, Banyumas juga pernah ia selami. Aktif dalam ormas kepemudaaan dan juga di dunia kepartaian pernah ia arungi.
Kini, impian yang sudah lama ia idam-idamkan akan ia wujudkan dengan tekat yang bulat, maju tuk menggapai harapan dan cita-cita membangun Banyumas merupakan suatu momentum kesempat yang tidak boleh di sia-siakan oleh BUNG OKTO. Sebagai generasi muda dalam membangun daerahnya untuk lebih maju dan sejahtera masyarakatnya. AMIN.

Hanung herdianto, sahabatnya
12Suka ·